Site Map

Blogroll

Kamis, 05 April 2012

Aturan Penulisan Artikel



TATA TULIS ARTIKEL ILMIAH

Artikel ilmiah adalah adalah representasi hasil pemikiran penulis atas suatu objek kajian kepada pembaca melalui bahasa tulis dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah. Pengertian artikel ilmiah tersebut memiliki beberapa dimensi/aspek. Pertama, adanya dimensi hasil pemikiran atas suatu objek kajian yang dapat berupa temuan, penelitian atau gagasan analisis kritis. Kedua, adanya dimensi bahasa tulis sebagai alat merepresentasikan hasil pemikiran penulis dalam bentuk satuan-satuan makna dan penanda-penanda hubungan satuan-satuan makna secara eksplisit. Ketiga, adanya dimensi sistematika yang dijadikan unsur pembeda antara bentuk karya tulis artikel dengan bentuk karya tulis yang lain. Keempat, adanya dimensi kaidah penulisan yang harus ditaati, baik yang bersifat “universal” maupun bersifat selingkung.
Apabila hasil pemikiran atas suatu objek kajian berupa temuan penelitian, maka artikel ilmiah kelompok ini disebut artikel hasil penelitian. Sedangkan apabila hasil pemikiran atas suatu objek kajian berupa gagasan atau telaah dan anlisis kritis, maka artikel ilmiah kelompok ini disebut artikel konseptual atau artikel nonpenelitian (Universitas Negeri Malang, 2000).
Ada tiga aspek yang membedakan artikel hasil penelitian dan laporan teknis penelitian, yaitu aspek bahan yang ditulis, sistematika, dan prosedur penulisannya (Saukah,1999). Bahan yang ditulis untuk artikel hasil penelitian lebih ditekankan pada isi yang sangat penting. Yang termasuk didalam aspek ini adalah temuan penelitian, pembahasan temuan, dan kesimpulan. Selain hal-hal tersebut, dalam artikel penelitian cukup disajikan secara singkat dan seperlunya. Misalnya, kajian pustaka lazim disajikan untuk mengawali artikel dan merupakan pembahasan rasional pentingnya masalah diteliti. Kajian pustaka ditempatkan pada bagian pendahuluan (tanpa subjudul kajian pustaka) yang berfungsi sebagai paparan latar belakang masalah dan diakhiri dengan rumusan tujuan penelitian. Setelah itu, berturut-turut disajikan hal-hal yang terkait dengan metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan saran. Dari sudut prosedur penulisannya, artikel hasil penelitian dapat ditulis sebelum laporan penelitian lengkap diselesaikan, atau artikel hasil penelitian merupakan satu-satunya tulisan yang dibuat oleh peneliti.

KAIDAH PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
            Dalam penulisan artikel ilmiah (hasil penelitian atau hasil pemikiran) perlu diperhatikan dan diterapkan kaidah-kaidah penulisan yang telah ditetapkan. Kaidah penulisan artikel ilmiah dapat dipilah menjadi dua, yaitu kaidah-kaidah penulisan yang bersifat “universal” dan kaidah-kaidah penulian yang bersifat ‘selingkung”. Secara umum kaidah penulisan yang bersifat ‘universal’ lebih terfokus pada aturan-aturan penggunaan bahasa Indonesia yang berkaitan  dengan norma ketatabahasaan, dalam hal ini norma bahasa Indonesia baku dan tidak baku (Lumintaintang,1996).
            Kaidah penulisan artikel ilmiah yang bersifat selingkung berkaitan dengan norma-norma penulisan artikel ilmiah yang bertolak dari konvensi aturan-aturan penulisan yang bersifat teknis yang harus diikuti oleh penulis artikel untuk wadah terbitan satu dengan yang lain biasa tidak sama. Karena itu, penulis artikel perlu mengetahui aturan yang ditetapkan oleh wadah terbitan menjadi tujuannya, misalnya kaidah selingkung Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) jika panulis hendak mengirimkan  artikelnya ke JIP.

KAIDAH PENULISAN UNIVERSAL
            Tata tulis artikel yang bersifat “universal” (dalam konteks Indonesia ) mengacu pada penggunaan ragam bahasa Indonesia (tulis) yang baku. Unsur utama dalam bahasa Indonesia (tulis) yang baku adalah ejaan. Ejaan dalam penyampaian ide/gagasan seseorang secara tertulis direpresentasikan dengan kata kepada orang lain (sasaran komunikasi) mempunyai kedudukan yang sangat penting. Dikatakan oleh Rifai (1995) bahwa kata yang digunakan untuk menyampaikan satuan-satuan makna dengan corak, nuansa dan kekuatan yang berbeda-beda. Kekuatan kata dalam bahasa tulis sepadan dengan warna dalam lukisan, nada dalam musik, dan bentuk dalam ukiran. Unsur utama dalam bahasa tulis (ejaan) inilah yang membedakannya dengan ragam bahasa lisan, yang lebih menekankan unsur lafal. Sedangkan unsur yang lain yang menjadi ciri bahasa Indonesia tulis yang baku adalah peristilahan, bentuk dan pilihan kata, pengalimatan, pengalinaan, dan tanda baca (Lumintaintang,1996).
            Unsur-unsur bahasa Indonesia (tulis) diatas harus diperhatikan, dicermati, dan digunakan dalam menulis artikel ilmiah. Hal ini mengarahkan kita untuk mengatakan bahwa tidak tepat lagi pemakaian tanda baca (koma) yang dihubungkan dengan panjang-pendeknya nafas. Mengapa? arena dalam penyampaian gagasan ide seseorang yang dipresentasikan dengan bahasa tulis, setiap pemakaian tanda baca akan memiliki nilai semantik.
            Penerapan kaidah-kaidah penulisan yang bersifat “universal” dalam penulisan artikel ilmiah, berdasarkan pencermatan beberapa artikel yang masuk ke Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) selama ini, masih banyak mengalami kendala. Fenomena ini mungkin disebabkan oleh antara lain adanya ragam kedwibahasaan penulis, penekanan unsur utama yang berbeda antara bahasa tulis dan bahasa lisan, dan sikap penulis terhadap bahasa Indonesia yang belum sepenuhnya positif.

SISTIMATIKA PENULISAN
            Sistematika perjenjangan atau peringkat judul artikel dan bagian-bagiannya dilakukan dengan menggunakan jenis huruf yang berbeda, cetak miring, an letaknya pada halaman (bukan menggunakan angka atau abjad). Penanda jenjang atau peringkat dilakukan dengan cara berikut.
(1)      Peringkat 1 ditulis dengan huruf besar semua, bold , dan diletakkan di tengah judul (judul artikel)
(2)      Peringkat  2 ditulis dengan huruf besar semua, bold, dan diletakkan di tepi kiri
(3)      Peringkat  3 ditulis dengan huruf besar kecil, bold, dan letakkan di tepi kiri
(4)       Peringkat 4 ditulis dengan huruf besar kecil dengan cetak miring, bold, dan diletakkan di tepi kiri

Cara Merujuk
            Secara umum cara merujuk dalam penulisan artikel ilmiah dapat dipilah menjadi tiga yaitu perujukan dengan menggunakan catatan kaki, perujukan dengan menggunakan catatan akhir, dan perujukan dengan menggunakan tanda kurung. Perujukan dengan menggunakan catatan kaki (foot note) yaitu dengan cara menyebut langsung informasi sumber rujukan secara lengkap pada akhir setiap halaman sesuai dengan urutan tanda pengacuan dalam teks. Informasi sumber rujukan pada catatan kaki meliputi nama pengarang, judul sumber rujukan, kota tempat penerbitan, penerbit, tahun dan nomor halaman. Sedangkan untuk merujuk karya yang telah dirujuk sebelumnya, tetapi halaman yang dirujuk berbeda, digunakan singkatan op.cit dengan diikuti nomor halaman sumber yang dirujuk. Apabila akan merujuk suatu karya ulang telah dirujuk sebelumnya pada halaman yang sama dan telah diselang oleh perujukan sumber lain, digunakan singkatan Loc.cit.
            Perujukan dengan menggunakan catatan akhir prinsipnya tidak berbeda dengan cara pertunjukan yang menggunakan catatan kakai. Bedanya, pada rujukan cara ini informasi sumber rujukan secara lengkap diberikan pada akhir tulisan dengan urutan yang sesuai dengan tanda pengacuan yang digunakan dalam teks.
            Di UNM, digunakan perujukan dengan tanda kurung. Perujukan dengan tanda kurung adalah perujukan yang dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun yang di cantumkan di antara tanda kurung. Jika ada dua pengarang, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua pengarang tersebut. Jika pengarangnya lebuh dari dua orang, penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama pertama dari pengarang tersebut diikuti dengan dkk. Jika nama pengarang tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen, atau nama koran. Untuk karya terjemahan, Perujukan dilakukan dengan cara menyebutkan nama pengarang aslinya. Rujukan dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh pengarang yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya.

Cara Merujuk Kutipan Langsung
            Kutipan kurang dari 40 Kata
            Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis di antara tanda kutip (”...”) sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti nama pengarang, tahun dan nomor halaman. Nama pengarang dapat ditulis secara terpadu dalam teks atau menjadi satu dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung.Lihat contoh berikut.
            Nama pengarang disebut dalam teks secara terpadu.
Contoh:
Soebronto (1990:123) menyimpulkan ”ada hubungan yanmg erat antara faktor sosial ekonomi denagn kemajuan belajar ”.
            Nama pengarang disebut bersama dengan tahun penerbitan dan nomor halaman.
Contoh:
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ”ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar” (Soebronto,1990:123).
            Jika ada tanda kutip dalam kutipan, digunakan tanda kutip tunggal (’...’).
Contoh :
Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ”terdapat kecenderungan semakin banyak ’campur tangan’ pimpinan perusahaan semakin rendah tingkat partisipasi karyawan di daerah perkotaan” (Soewignyo,1991:101).
Kutipan 40 kata atau lebih
            Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm (1 spasi) dari garis tepi sebelah kiri dan kanan, dan diketik dengan spasi tunggal. Nomor halaman juga harus ditulis.
Contoh:          
Suyanto (1998:202) menarik kesimpulan sebagai berikut.
Alih latihan memungkinkan mahasiswa memanfaatkan apa yang didapatkan dalam PBM untuk memecahkan persoalan riel dalam kehidupan. Kemampuan transfer telah dimiliki oleh mahasiswa jika mahasiswa itu mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan, informasi, dan sebagainya sebagai hasil belajar pada latar yang berbeda (kelas, laboratorium, simulasi, dan sejenisnya) ke latar yang riel, yaitu kehidupan nyata dalam masyarakat. Jika kemampuan ini dapat dibekalkan kepada mahasiswa, mereka akan memiliki wawasan pencipta kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.

            Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru lagi, garis barunya dimulai dengan lima ketukan lagi dari tepi garis teks kutipan.

Kutipan yang Sebagian Dihilangkan
            Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang diganti dengan tanda titik.
Contoh:
”Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru” (Manan, 1995: 278).
            Apabila ada kalimat yang dibuang, maka kalimat yang dibuang diganti dengan empat titik.
Contoh :
”Gerak manipulatif adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau bagian tubuh lain... Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah menangkap bola, manendang bola, dan menggambar” (Asim,1995:315).

Cara Merujuk kutipan tidak langsung
            Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama pengarang bahan kutipan dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Jika memungkinkan nomor halaman disebutkan. Perhatikan contoh berikut.
            Nama pengarang tersebut terpadu dalam teks.
Contoh :
Salimin (1990:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.
            Nama pengarang disebut terpadu dalam kurung bersama tahun penerbitannya.
Contoh:
Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik dari pada mahasiswa tahun keempat (Salimin, 1990:13).

Cara Menulis Daftar Rujukan
            Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibacaakan tetapi tidak dikutip seyogyanya tidak dicantumkan dalam daftar rujukan, sedangkan semua bahan yang dikutip secar langsung ataupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Pada dasarnya, unsur yang ditulis dalam daftar Rujukan secara berturut-turut meliputi (1) nama pengarang ditulis dengan urutan :nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk subjudul, (4)tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit. Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya. Jika penulisnya lebih dari satu, cara penulisannya sama dengan penulis pertama.
            Nama pengarang yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat tetapi harus konsisten dalam satu karya ), diakhiri dengan titik. Apabila sumber yang dirujuk ditulis oleh tim, semua nama penulisnya harus dicantumkan dalam daftar rujukan.
Rujukan dari buku
Tahun penerbitan ditulis setelah nama pengarang, diakhiri dengan titik. Judul buku ditulis dengan huruf miring, dengan huruf besar pada awal setiap kata, kecuali kata hubung. Tempat penerbitan dan nama penerbit dipisahkan dengan titik dua (:).
Contoh :
Strunk, w., Jr.& White, E.B. 1979. The Elements of Style (3rd ed.). New York: Macmillan.
Dekker, N. 1992. Pancasila sebagai ideology bangsa: Dari pilihan satu-satunya ke satu-satunya Azas. Malang: FPIPS IKIP MALANG.
            Jika ada beberapa buku yang dijadikan sumber ditulis oleh orang yang sama dan diterbitkan dalam tahun yang sama pula, data tahun penerbitan diikuti oleh lambang a, b, c, dan seterusnya yang urutannya ditentukan secara kronologis atau berdasarkan abjad judul buku-bukunya.
Contoh:
Cornet, L. & Weeks, K.1985a.Carrer Ladder plans: Trends and Emerging Issues-1985 .  Atlanta ,GA: Carrer Ladder Clearinghouse.
Cornet, L. & Weeks, K. 1985b.Planning Carrer Ladders:Lessons from the states. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.

Rujukan dari Buku Yang Berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
            Cara menulis rujukan dari buku berisi kumpulan artikel yang ada editornya adalah seperti menulis rujukan dari buku ditambah dengan tulisan (Ed.) jika ada satu editor dan (Eds.) jika editornya lebih dari satu, di antara nama pengarang dan tahun penerbitan.
Contoh:
 Lethridge, S. & Cannon,  C.R. (Eds.). 1980. Bilinggual education: Teaching English as a Second Language. New York : Praeger.
Aminuddid (Ed.). 1990. Pengembangan penelitian kualitatif dalam Bidang BAhasa dan Sastra. Malang : HISKI Komisariat Malang dan YA 3.

Rujukan dari Artikel dalam buku Kumpulan Artikel (Ada Editornya)
            Nama pengarang artikel ditulis di depan diikuti dengan tahun penerbitan. Judul Artikel ditulis tegak (tidak miring). Nama editor ditulis seperti menulis nama biasa, diberi keterangan (Ed.) bila hanya satu editor, dan (Eds.) bila lebih dari satu editor. Judul buku kumpulannya ditulis dengan huruf miring, dan nomor halamannya disebutkan dalam kurung.
Contoh :
Hartley, J. T. Harker, J. O. & Walsh, D.A. 1980. Contemporary Issues and New Directins in Adult Development of Learnning and Memory. Dalam L. W. Poon (Ed.), Aging in the 1980s: Psychological Issues (hlm.239-252). Washington, D.C.: American Psychological Assosiation.
Hasan, M. Z. 1990. Karakteristik penelitian Kualitatif. Dalam Aminuddin (Ed.), Pengembangan penelitian Kualitatif dalam bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang : HISKI  Komisariat Malangf dan YA3.

Rujukan dari Artikel dalam Jurnal
            Nama penulis ditulis paling depan diikuti dengan tahun dan judul artikel yang ditulis dengan cetak tegak, dan huruf besar pada tiap awal kata. Nama jurnal ditulis dengan cetak miring dan huruf awal setiap katanya ditulis dengan huruf besar kecuali kata hubung. BAgian akhir berturut–turut ditulis jurnal tahun ke berapa, nomor berapa (dalam kurung), dan nomor halaman dari artikel tersebut.
Contoh:
Hanafi, A. 1989. Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan Pengadopsian Inovasi. Forum penelitian, I (1): 33-47

Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran

Nama Pengarang ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis tegak (tidak miring), dan huruf besar pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah ditulis dengan huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir.
Contoh :
Gardner,  H. 1981. Do Babies Sing a Universal Song? Psychology Today hlm.70-76.
Suryadarma, S. V. C. 1990. Prosesor dan Interface: Komunikasi Data. Info Komputer, IV (4):46-48.
Huda, M. 13 November, 1991. Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Jawa Pos, hlm. 6.

Rujukan dari Koran Tanpa Penulis
            Nama koran ditulis sebagai awal. Tahun, tanggal, dan bulan ditulis setelah nama koran, kemuadian judul ditulis dengan huruf besar-kecil dicetak miring dan diikuti dengan nomor halaman.
Contoh:
Jawa Pos. 1995, 22 April. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri. hlm. 3.

Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh suatu Penerbit Tanpa Penagrang dan Tanpa Lembaga
Judul atau nama dokumen ditulis dibagian awal dengan cetak miring,diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit.
Contoh :
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: Diperanyak oleh PT Armas Duta Jaya.

Rujukan dari Lembaga Yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut
            Nama lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti tahun, judul karangan, nama tempat penerbitan, dan nama lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut.
Contoh :
 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendididkan dan Kebudayaan.

Rujukan Berupa Karya Terjemahan
            Nama pengarang asli ditulis paling depan,diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata Tanpa tahun,
Contoh :
Ary, D., Jacobs, L.C.& Razavieh, A. Tanpa Tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.
Rujukan Berupa Skripsi ,Tesis, atau Disertasi
            Nama penyusun ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul, judul skripsi, tesisatau disertasi ditulis dengan garis bawah diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis, atau disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tionggi, nama fakultas serta nama perguruan tinggi.
Contoh:
Pangaribuan, T. 1992. Perkembangan Kompetensi Kewacanaan pembelajar Bahasa Inggris di LPTK. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana IKIP MALANG.
Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya
            Nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan tahun. Judul makalah dituls dengan cetak miring, kemudian diikuti pernyataan ”Makalah disajikan dalam....”, nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, dan tanggal serta bulannya.
Contoh:
Huda, N.1991. Penelitian Laporan Penelitian untuk Jurnal. Makalah disajikan dalam Lokarkarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang Angkatan XIV, Pusat  Penelitian IKIP MALANG, Malang,12 Juli.

Rujukan dari Internet berupa Karya Individual
            Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secar berturut-turut oleh tahun, judul karya tersebut (cetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.
Contoh :
Hitchock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of  STM  Online Journals, 1990-1995: The Calm before the strom, (Online), (http:// journal.ecs. soton. Ac.uk/survey/survey .html, diakses 12 juni 1996).

Rujukan dari Internet berupa Artikel dari Jurnal
            Nam penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), Volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.
Contoh :
Griffith, A. l. 1995. Corrditang Familiy and school: Mothering for Schooling. Educatin Policy Analysis Archives, (Online), Vol. 3, No. 1, (http://olam.ed.asu edu/epaa/, diakses 12 Februari 1997).
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5,No 4, (http://www.malang.ac.id,dikases 20 Januari 2000).

Rujukan dari Internet berupa Bahan Diskusi
            Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut desertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.
Contoh:
Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing internet Sites. NETTRAIN  Discusions  List, (Online), (NETRAIN @ubvm. Cc. buffalo. edu, dikases 22 November 1995).

Rujukan dari Internet berupa E-mail Pribadi
            Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secarta berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi desertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi).
Contoh:
Davis, A. (a. davis@uwts.edu.au), 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail kepada Elison Hunter (huntea@usq. Edu.au).
Naga, Dali S. (ikip-jkt@indo.net.id). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywc.or.id).

0 komentar:

Poskan Komentar